Syaharie Jaang merupakan putra dari pasangan H. Muhammad Djaang bin Arsyad Bahuang, dari suku Bakumpai asal Mangkahui Kalimantan Tengah dan Hj. Hamsiah Hipui Hong Pidang dari suku Dayak Bahau Busang asal Datah Naha, Mahakam Ulu.  Anak ke-6 dari 9 bersaudara ini lahir di Long Pahangai pada tanggal 10 September 1964,

Syaharie Ja’ang menghabiskan pendidikan hingga perguruan tinggi strata 1 di Kalimantan Timur, yakni di SD Long Pahangai, SLTP Melak, SLTA Melak dan di Universitas Widya Gama Samarinda angkatan I fakultas Hukum. Jaang kemudian melanjutkan program S2-nya di Unmul dan Unhas dengan spesifikasi Ekonomi Perencanaan.

Tahun 1984 Jaang mengawali karier dengan  bekerja di perusahaan kayu PT Putra Bengalon dan PT. Pasifik Bontang Raya. Lalu pada tahun 1985, bekerja di CV Fajar Kencana (Motor Peugeot). Di tahun yang sama ia memutuskan pindak bekerja di PT. adi Guna Unggul-sebuah perusahaan Konstruksi Baja, hingga tahun 1988.  Desember 1988–Desember 1990 bekerja di PT. Bukit Baiduri dan PT. Nusaminera Utama.

Pada Agustus 1999–Oktober 2000, Syaharie Jaang menjadi anggota DPRD Kota Samarinda dan langsung menjadi ketua Fraksi PDI-P dan Ketua Komisi D. Puncak karirnya adalah ketika ia ditunjuk menjadi wakil wali kota Samarinda, berdampingan dengan Achmad Amins selama periode November 2000–November 2005. Pada tahun 2005, Pasangan Achmad Amins-Syaharie Jaang mencalonkan diri sebagai pasangan wali kota-wakil wali kota Samarinda periode 2005-2010 dan terpilih menjadi pasangan wali kota-wakil wali kota Samarinda pertama melalui pilkada.

Periode berikutnya, Jaang maju di Pilkada Samarinda menggandeng Nusyirwan Ismail. Jaang-Nusyirwan, pasangan petahana (incumbent), memenangi pemilu dengan meraih 145.611 suara sah atau 47,86 persen. Keduanya dilantik pada tanggal 23 November 2010. Duet pemimpin Kota Samarinda ini berlanjut hingga pilkada tahun 2015. Dan berhasil meraup suara terbanyak, yakni 207.444.

Jaang juga tergolong pemimpin daerah yang sangat aktif di berbagai organisasi masa. Ia pernah menjadi pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (a’wam), Ketua Banteng Muda Indonesia, Ketua umumPersekutuan Dayak Kaltim cabang Kota Samarinda, Anggota Dewan penasehat Pemuda Pancasila Kota Samarinda, Dewan Pembina Trikora Kota Samarinda, dan Penasehat GEPAK Kaltim. Di bidang keagamaan , Jaang juga sebagai pendidik dan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Sultan Muhammad Al-Falah (Pendidikan dan Dakwah). Penasehat Mushola Al- Firdaus dan aktif di Majelis ta’lim.