Awang Ferdian Hidayat, MM adalah salah satu dari figur muda yang kini berkiprah dipanggung politik nasional. Menghabiskan masa kecil dan menempuh pendidikan di SD dan SMP di kampung halamannya Samarinda. Awang Ferdian kemudian harus pindah melanjutkan pendidikan menengah atas di Malang dan Jakarta dalam rangka ikut ayahanda Dr. H Awang faroek Ishak yang kala itu menjabat sebagai Anggota DPR RI.

Putra pertama dari pasangan Awang Faroek Ishak dan Encek Amelia Suharni ini sejak belia mewarisi bakat ayahanda dalam politik dan berorganisasi. Saat mengenyang pendidikan sekolah menengah atas, Awang Ferdian telah bergabung menjadi Ketua Karang Taruna Kota Malang. Sebagai seorang ayah, Awang Faroek Ishak menjadi sosok penting yang begitu banyak memberikan teladan dalam perjalanan karier politik Awang Ferdian. Bakat kepemimpinan dan berorganisasi terus diasah dengan mengikuti berbagai organisasi kepemudaan, olahraga, dan profesi.

Pemilihan umum legislatif 2009 mengantarkan Awang Ferdian menjadi anggota DPD-RI dengan perolehan suara terbanyak, yakni 216.217 suara, mengungguli kandidat-kandidat lainnya. Kala itu Kalimantan Timur merupakan salah satu penyumbang Devisa Negara yang sedang bertumbuh perekonomiannya dengan baik, akan tetapi belum dinikmati secara merata. Ini  mendasari Awang Ferdian untuk menjadi salah satu inisiator anggota DPD-RI Provinsi Kalimantan Timur Bersatu (MRKTB, mengajukan Judicial Review kepada Mahkamah Konstitusi terhadap pasal 14 huruf E UU No.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Walaupun akhirnya tuntutan itu ditolah oleh Mahkamah Konstitusi, ini merupakan pembelajaran bahwa berjuang bagi kemajuan daerah haruslah tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia menggunakan cara-cara yang konstitusional serta menjunjung tinggi keutuhan bangsa. Salah satu keberhasilan Awang Ferdian di DPD-RI adalah dengan berhasilnya diajukan besaran 40% bagi hasil migas dalam revisi UU tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, begitu juga dengan proyek-proyek di Kaltim yang terus mendapatkab bantuan dari pemerintah pusat.

Pada pemilu legislatif tahun 2014 Awang Ferdian kembali terpilih mengemban amanah menjadi anggotra DPR-RI dari Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDI P) mewakili provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Awang Ferdian ditugaskan di Komisi VII yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup.

Kaltim sebagai salah satu lumbung energi nasional menjadi alasan utama Awang Ferdian untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Kaltim dan Kaltara di DPR-RI khususnya komisi VII. Pengelolaan dan pemanfaatan energi di Kaltim menjadi fokus perhatian Awang Ferdian, hal ini senada dengan visi Pemerintah Provinsi Kaltim Maju 2018, yakni mewujudkan Kalimantan Timur yang merata dan berkeadilan berbasis agroindustri dan energi ramah lingkungan.